Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan beroperasi. Padahal, koperasi ini merupakan bagian dari 1.000 KDMP yang diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026 lalu di NganjPantau
Pantauan di lokasi menunjukkan Gedung Gerai KDMP yang menempati area lapangan di depan SD Inpres Jatinom tersebut sebenarnya sudah siap 100 persen. Seluruh rak toko telah terisi penuh oleh berbagai barang dagangan Sembilan Bahan Pokok (Sembako).
Fasilitas Lengkap Layaknya Minimarket Modern
Penataan di dalam gedung KDMP Desa Jatinom ini sejatinya sudah sangat rapi dan modern, tak kalah dengan jaringan toko ritel seperti Indomaret atau Alfamart.
Begitu masuk ke dalam gerai, pengunjung akan langsung melihat:
Area Kasir Modern: Dilengkapi dengan monitor komputer, mesin printer nota, hingga monitor pemantau CCTV.
Fasilitas Tambahan: Di sebelah kanan kasir, tersedia rak khusus apotek serta unit layanan simpan pinjam.
Komoditas Sembako: Di ruang tengah, berjejer rapi rak-rak berisi kebutuhan rumah tangga mulai dari mi instan, minyak goreng, hingga Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kg.
Namun sayangnya, semua barang yang telah tertata tersebut belum bisa dijual kepada warga. Salah satu alasannya adalah belum adanya daftar harga yang tercantum pada masing-masing produk, sehingga belum ada satu pun konsumen yang datang membeli.
Selain fasilitas toko, di bagian belakang gerai juga terdapat gudang penyimpanan yang sudah dilengkapi kendaraan operasional, di antaranya:
1 unit truk
1 unit mobil pick-up
2 unit kendaraan roda 3
Kepala Desa Keluhkan Minimnya Juklak dan Juknis
Kepala Desa Jatinom, Muhamad Daru Purwinanto, mengaku bingung dengan kelanjutan program ini. Sejak diresmikan oleh Presiden, pihak pemerintah desa belum menerima kejelasan regulasi mengenai pelaksanaan operasional koperasi.
Purwinanto menceritakan bahwa KDMP Jatinom sempat ditinjau oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi bersama perwakilan PT Agrinas Pusat pada 12 Juni 2026 lalu. Namun, pasca-kunjungan tersebut, tetap belum ada tindak lanjut yang konkret.
Ia menambahkan, ekspektasi awal setelah launching oleh Presiden adalah seluruh koperasi desa bisa langsung bergerak cepat. "Harapannya semua kopdes berlari seperti anak panah lepas dari busurnya. Eh, ternyata setelah dilaunching, malah sampai saat ini belum dijalankan. Terus piye?" keluhnya.
Warga Menanti, Pemdes Khawatir Barang Kedaluwarsa
Jika kondisi ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan, Purwinanto mengkhawatirkan stok sembako yang sudah telanjur dipajang akan memasuki masa kedaluwarsa.
"Lalu siapa nantinya yang menanggung (kerugian)?" cetusnya.
Padahal, antusiasme dan ekspektasi warga desa sangat tinggi. Banyak warga yang kerap bertanya kapan koperasi tersebut mulai dibuka. Mereka berharap Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi solusi belanja murah dengan harga di bawah harga pasar modern.
Pemerintah Desa Jatinom sendiri menegaskan bahwa seluruh instrumen pendukung sebenarnya sudah sangat siap, termasuk aspek sumber daya manusia. Purwinanto bahkan telah menyiapkan enam orang staf/pegawai yang siap bekerja memajukan koperasi tersebut.
"Masalahnya sekarang, kapan ini akan mulai beroperasi?" pungkasnya berulang kali.
(Dimas Saputra)
Topik Terkait
Koperasi Desa Merah Putih
Belitar
Jawa Timur


